Begitu laporan media yang belum terverifikasi seperti dimuat
The Guardian (Rabu, 11/1).
Untuk diketahui bahwa Kaisar Jepang Akihito saat ini berusia 83 tahun dan tahun lalu pernah mengisyaratkan bahwa ia akan melepaskan tahta karena khawatir dengan usia yang mungkin membuatnya sulit untuk melaksanakan tugas-tugasnya secara penuh. Namun turun tahta tidak dimungkinkan di bawah hukum Jepang saat ini,
Tetapi dalam laporan terbaru disebutkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang akan memungkinkan Akihito untuk turun tahta dan memungkinkan Putra Mahkota Naruhito yang saat ini berusia 56 tahun untuk naik tahta pada 1 Januari 2019.
Kabarnya, sebuah panel ahli telah membahas masalah ini sejak akhir tahun lalu dengan rekomendasi diharapkan muncul akhir tahun ini.
Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa laporan ini belum dikonfirmasi oleh pihak manapun.
Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga pada Selasa (10/1) mengatakan bahwa ia tidak menyadari situasi tersebut.
"Para ahli memprioritaskan soal meringankan beban Kaisar dalam diskusi mereka dan hal-hal yang masih pada tahap di mana tidak ada arah telah muncul," ujarnya.
Untuk diketahui bahwa Akihito naik tahta pada tahun 1989 setelah kematian ayahnya, Hirohito yang bekerja selama perang dan menyembuhkan luka wasyarakat pasca perang.
[mel]
BERITA TERKAIT: