Pelarian diri massal itu dilakukan setelah orang-orang bersenjata melancarkan serangan. Insiden itu terjadi di Penjara Cotabato Utara dekat kota Kidapawan.
Pihak berwenang menduga bahwa orang-orang bersenjata tersebut terkait dengan kelompok separatis Islam.
Puluhan orang bersenjata menyerbu penjara dan terlibat dalam aksi tembak-menembak dengan penjaga. Saat penjaga sibuk, ratusan tahanan melarikan diri di tengah kekacauan.
Dalam insiden itu, satu orang penjaga tewas dan seorang narapidana lainnya luka-luka.
Otoritas penjara mengatakan bahwa orang-orang bersenjata itu tiba-tiba muncul dini hari dan langsung menembaki fasilitas tahanan yang dihuni oleh lebih dari 1.500 orang itu.
Baku tembak terjadi selama sekitar dua jam. Di tengah insiden itu, ratusan orang tahanan berupaya melarikan diri ke belakang penjara dan memanjat dinding dengan menumpuk tempat tidur mereka.
"Para narapidana mengambil peluang untuk melarikan diri," kata keterangan seorang sipir penjara seperti dimuat
BBC.
Dia menambahkan bahwa ia percaya serangan itu dilakukan dengan sengaja untuk membebaskan sejumlah gerilyawan yang berada di penjara.
[mel]
BERITA TERKAIT: