Pembantu Top Trump: Pengusiran Diplomat Rusia Tidak Proporsional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 02 Januari 2017, 15:13 WIB
Sean Spicer/Reuters
Kecil Besar
rmol news logo Salah pembantu top yang ditunjuk Trump yang ditugaskan untuk membantu tugas kepresidneannya nanti mengatakan bahwa hukuman yang diterapkan oleh Gedung Putih saat ini terhadap Rusia tidak proposional.

Ia adalah orang yang ditunjuk untuk menjadi Sekretaris Pers Gedung Putih mendatang, Sean Spicer.

Kepada ABC This Week, ia menjelaskan bahwa tindakan AS terhadap Rusia pasca tudingan soal peretasan semasa pemilu kemarin tidak sesuai.

Diketahui bahwa Presiden Amerika Serikat saat ini Barack Obama mengusir 35 diplomat Rusia di Amerika Serikat arena dinilai sebagai mata-mata.

'Salah satu pertanyaan yang kita miliki adalah mengapa besarnya hal ini? Maksud saya, Anda melihat 35 orang diusir, dua situs situtup. PErtanyaanya adalah bahwa apakah respon itu sebanding dengan tindakan yang mungkin diambil (Rusia)?" kata Spicer.

Sebelumnya, Trump sendiri mempertanyakan soal apakah benar Rusia yang bertanggungjawa atas peretasan komputer pejabat Partai Demokrat semasa pemilu lalu,

"Saya pikir itu tidak adil jika kita tidak tahu. Itu (peretasan) bisa jadi dilakukan orang lain. Saya juga mengetahui hal-hal yang orang lain tidak tahu," tegas Trump. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA