Tak tanggung-tanggung, Jerman mengirimkan polisi berpakaian sipil untuk berjaga serta bekerjasama dengan negara-negara Eropa lainnya untuk menemukan Amri.
Serangan tersebut diketahui menyebabkan 12 orang tewas dan sekitar 49 lainnya luka-luka.
Otoritas keamanan Jerman telah mengkonfirmasi bahwa sidik jari Anis Amri telah ditemukan di dalam truk yang digunakan untuk melakukan serangan tersebut.
Keluarga Amri di Tunisia telah mendesaknya untuk menyerahkan diri ke polisi,
"Jika saudara saya mendengarkan saya, saya ingin mengatakan kepadanya untuk menyerah, bahkan untuk keluarga kami. Kami akan lega," kata Abdelkader Amri, saudara Amri kepada wartawan di Tunisia.
Ia menambahkan bahwa jika benar Amri melakukannya, maka Amri layak mendapatkan hukuman setimpal. Namun sejauh ini ia merasa yakin bahwa saudraanya tidak bersalah.
"Saya yakin bahwa saudara saya tidak bersalah, saya tahu mengapa dia meninggalkan rumah. Ia meninggalkan karena alasan ekonomi, untuk bekerja dan bukan untuk alasan terorisme," tambahnya.
Kanselir Angela Merkel sebelumnya mengatakan dia berharap untuk penangkapan cepat pelaku.
Sebuah surat perintah penangkapan telah dikeluarkan di tengah peringatan ia mungkin bersenjata dan berbahaya. Pihak berwenang Jerman telah menawarkan hadiah hingga 104.000 dolar AS untuk informasi yang mengarah ke penangkapan.
[mel]
BERITA TERKAIT: