Dalam laporan terbaru Federal Election Commission (FEC) baru-baru ini disebutkan bahwa kubu Trump mengeluarkan dana sekitar 94 juta dolar AS pada pekan-pekan terakhir kampanye sedangkan kubu Hillary sekitar 132 juta dolar AS.
Itu baru dana di menit-menit terakhir penutupan kampanye dan belum mencakup keseluruhan dana kampanye.
Sebagian dana kampanye tersebut digunakan untuk belanja iklan. Namun kedua belah pihak punya strategi dan cara masing-masing dalam menempatkan iklan.
Direktur digital dari kubu Trump, Brad Parscale menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan timnya dalah dengan menanam investasi di menit-menit terakhir.
Maksudnya adalah, mereka berusaha lebih mendorong pendatang baru dalam politik untuk berpihak kepada Republik.
Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menayangkan iklan digital melalui internet di hari-hari terakhir kampanye. Iklan digital itu ditayangkan khusus di negara bagian di Michigan, Wisconsin, Pennsylvania dan Florida dengan menyasar pemilih baru. Upaya tersebut dianggarkan menelan dana sekitar 5 juta dolar AS.
Investiasi di menit-menit terakhir lainnya yang kubu Trump lakukan adalah dengan membuat iklan penutupan di televisi. Iklan berdurasi dua menit itu menayangkan kata-kata terakhir Trump sebelum pemilihan. Langkah itu dianggarkan menelan anggaran sekitar 7 juta dolar AS.
"Gerakan kami adalah tentang mengganti pembentukan politik gagal dan korup dengan pemerintahan baru yang dikendalikan oleh Anda, orang Amerika," itu salah satu kalimat yang dibuat Trump dalam iklan tersebut.
Namun demikian laporan FEC menunjukkan bahwa dana kampanye Trump untuk melaksanakan strategi itu membengkak menjadi 39 juta dolar AS pada iklan televisi dan 29 juta dolar AS oada iklan digital.
Hal berbeda terlihat dari kubu Hillary Clinton di mana mereka lebih menekankan pada iklan televisi.
Kubu Hillary menghabiskan dana sekitar 72 juta dolar AS pada iklan televisi dan sekitar 16 juta dolar AS pada iklan digital di internet pada minggu-minggu terakhir kampanye.
Namun demikian, salah satu tim kampanye Hillary pasca pemilu mengakui bahwa dana yang dihabiskan selama masa terakhir kampanye tidak selalu tepat.
Manajer kampanye Hillary, Rooby Mook mengatakan dalam kesempatan pertemuan strtegi politik pekan lalu di Harvard University bahwa ia menyesal tidak menempatkan lebih banuak staf di Michigan di mana Trump berhasil mengalahkan Hillary. Demikian seperti dimuat
the Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: