Pertemuan tersebut diselenggarakan dalam bentuk kegiatan ramah tamah dan diskusi disertai dengan makan malam dan dihadiri perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) dan masyarakat Indonesia di Moskow.
Dubes Wahid menyambut baik kunjungan tersebut sehingga mereka dapat melihat dari dekat potensi hubungan kedua negara, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Ia menyebut hubungan RI-Rusia saat ini sebagai era keemasan kedua (second golden era).
Ia menjelaskan bahwa setelah kunjungan Presiden RI Joko Widodo pada bulan Mei 2016 yang lalu, hubungan Indonesia-Rusia semakin intensif dengan adanya peningkatan investasi Rusia di Indonesia melalui 6 perusahaan top Rusia di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, di tengah kecenderungan penurunan perdagangan dunia, nilai perdagangan RI-Rusia pada periode Januari-September 2016 meningkat sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara kunjungan wisatawan mancanegara asal Rusia pada Januari-September 2016 juga meningkat 15.3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015 (menurut data Kementerian Pariwisata RI). Sebaliknya, pada periode Januari-Agustus 2016, terdapat sekitar 11000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Rusia.
Saya mengharapkan kiranya DPR RI juga dapat mendorong Sektor UKM untuk mengikuti FestivaI Indonesia tahun 2017 mendatangâ€, ujar Dubes Wahid.
[mel]
BERITA TERKAIT: