
Rusia dan China memveto ulang draft resolusi di Dewan Keamanan PBB yang menyerukan soal gencatan senjata selama tujuh hari di medan tempur di Aleppo Suriah awal pekan ini.
Kedua negara menentang rancangan yang diajukan bersama oleh Mesir, Selandia Baru dan Spanyol itu. Angola memilih abstain dan 11 anggota Dewan Keamanan PBB lainnya mendukung resolusi. Hanya Rusia, China dan Venezuela yang menolak.
Dokumen tersebut berisi seruan gencatan senjata yang memungkinkan akses tanpa hambatan bantuan ke Aleppo.
Dikabarkan
BBC, Rusia mengatakan bahwa dokumen itu melanggar aturan dewan negara yang memungkinkan 24 jam untuk mempertimbangkan kata-kata akhir.
Menanggapi hal tersebut, Amerika Serikat menuduh hal tersebut sebagai alibi yang dibuat-buat karena ingin mempertahankan keuntungan militer baru-baru ini oleh pasukan pemerintah Suriah di Aleppo.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: