Dikabarkan BBC bahwa ia dipukul di kepala dengan botol dan berulang kali menendang di wajah.
Ayah Sukhbaatar mengatakan bahwa anaknya menghabiskan hari 10 hari dalam keadaan koma setelah pemukulan tersebut.
"Anak saya dipukul di wajah beberapa kali dengan benda logam dan terluka parah," ujarnya.
Sementara itu diplomat Rusia yang melakukan serangan itu belum teridentifikasi.
Dalam sebuah pernyataan, pihak Kedutaan Besar Rusia mengatakan bahwa masih melakukan investigasi atas hal itu.
"Menurut informasi awal kami, terdistorsi, terutama tentang tanggal dan jumlah peserta dan yang terlibat dalam kejadian," kata pihak kedutaan.
Diketahui bahwa ada sensistifitas atas simbol yang menunjukkan kekuatan Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua.
Puluhan juta warga Soviet meninggal dalam melawan Nazi.
Namun di Mongolia sendiri pola swastika tradisional tidakdianggap sebagai simbol kebencian.
Swastika diyakini berasal dari India ribuan tahun yang lalu dan digunakan di Mongolia sebagai simbol abad alama sebelum Reich Ketiga.
[mel]
BERITA TERKAIT: