Menurut laporan UNICEF terbaru, satu dari tiga jaringan pipa air utama diputus di tengah upaya pasukan Irak melawan militan ISIS di bagian timur Mosul.
Saluran air yang rusak itu berada di dalam wilayah kelompok ISIS sehingga tidak dapat diakeses untuk perbaikan.
Diketahui bahwa pasukan Irak mulai melakukan serangan besar-besaran untuk merebut kembali Mosul setelah dua tahun berada di bawah kontrol ISIS sejak Oktober lalu.
Mosul sendiri diketahui merupakan basis kekuatan terakhir ISIS di Irak.
Pejabat Dewan Kota Mosul yang bertanggung jawab untuk mengawasi pelayanan air dan energi kota Zuhair Hazem al-Jabouri menyebut bahwa masalah di saluran air itu sengaja dibuat oleh ISIS. Kelompok tersebut sengaja memotong pasokan air ke lingkungan dekat garis depan.
"Mereka (ISIS) memotong aliran listrik ke stasiun air yang mengalir ke sejumlah wilayah di mana pasukan Irak maju," kata Jabouri.
"Mereka merampas orang dari air minum di Mosul timur. Mereka ingin memaksa orang untuk mundur dan menggunakan manusia sebagai tameng mereka," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: