Pistol itu digunakan oleh kekasih Rimbaud, yang juga rekan sesama penyair Perancis Paul Verlaine, selama pertengkaran antara pasangan di Brussels pada 10 Juli 1873.
Pistol tersebut terjual dengan harga tujuh kali lipat lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Pistol tersebut paling terkenal dalam sejarah Perancis karena hampir mengubah perjalanan sastra dunia.
Verlaine membeli senjata tersebut di Brussels pada pagi hari tanggal 10 Juli, 1873. Ia bertekad untuk mengakhiri hubungannya dengan kekasih yang telah bersamany sejak remaja.
Verlaine melakukan penembakan itu di sebuah hotel di ibukota Belgia. Ia melepaskan tembakan sebanyak dua kali dari Lefaucheux revolver yang ia beli.
Satu peluru menghantam Rimbaud di pergelangan tangan sementara yang lain memukul dinding, memantul ke dalam cerobong asap. Beruntung Rimbaud selamat dari maut.
Verlaine kemudian dihukum dua tahun di sebuah penjara Belgia setelah penembakan.
Revolver itu kemudian dikembalikan ke toko senjata di Brussels di mana Verlaine telah membelinya. Pistol itu masih berada di toko hingga tahun 1981 hingga toko tutup dan pistol dibeli oleh seorang kolektor.
Rimbaud pulang ke Charleville di utara Perancis dan selesai Une Saison en Enfer (A Season in Hell), sebuah buku yang menjadi salah satu karya yang paling terkenal.
Dia meninggal karena sakit di kota selatan Marseille pada usia 37.
[mel]
BERITA TERKAIT: