Kepala jaksa Rwanda Richard Muhumuza mengatakan otoritas Perancis telah dihubungi terkait hal ini dan menyatakan akan bekerjasama penuh.
Diketahui bahwa hubungan antara Rwanda dan Perancis mengalami ketegangan sejak pembunuhan massal terjadi tahun 1994 di mana sekitar 800 ribu orang tewas, sebagian besar di antaranya adalah etnis Tutsi. Mereka tewas di tangan ekstremis Hutu selama genosida Rwanda.
Di tengah genosida, ada peran Perancis sebagai sekutu dekat pemerintah nasionalis Hutu dari Juvenal Habyarimana sebelum pembunuhan massal terjadi.
Genosida bermula dari penembakan pesawat yang ditumpangi Juvenal Habyarimana di Kigali pada April 1994. Hal itu memicu konflik berujung genosida.
Rwanda menuduh Perancis mengabaikan atau menghilangkan tanda-tanda peringatan serta melatih orang-orang yang melakukan pembunuhan.
Perancis telah mengakui pembuatan kesalahan atas genosida tapi membantah klaim keterlibatan.
"Penyelidikan, untuk saat ini, difokuskan pada 20 individu yang, menurut informasi yang dikumpulkan sejauh ini, yang diperlukan oleh otoritas penuntutan untuk menjelaskan atau memberikan kejelasan tentang tuduhan terhadap mereka," kata Muhumuza dalam sebuah pernyataan.
[mel]
BERITA TERKAIT: