Channel 2M TV milik negara itu dalam salah satu segmen acara pekan lalu menunjukkan seorang make up artist yang bisa menutupi memar biru di mata dan pipi seorang model.
"Ini topik yang menyakitkan dan menyedihkan, namun pada kesempatan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan ini, kami akan menunjukkan makeup untuk menutupi tanda-tanda pemukulan," kata sang make up artist dalam acara tersebut.
"Ini adalah topik yang kita kurang keberanian untuk membahasnya," tambahnya.
Sejumlah aktivis yang geram membuat sebuah petisi di situs change.org yang menyerukan langkah-langkah hukuman terhadap acara tersebut.
"Jangan menutupi kekerasan dalam rumah tangga dengan makeup, mengutuk agresor," kata petisi yang diposting oleh kelompok yang menyebut diri mereka Warga Peduli Maroko.
"Sebagai perempuan Maroko dan sebagai aktivis feminis di Maroko, dan atas nama semua orang Maroko, kami mencela pesan normalisasi dengan kekerasan terhadap perempuan. Kami menuntut sanksi berat terhadap acara ini," tambah petisi tersebut.
Mereka mendorong masyarakat untuk mendesak Otoritas Tinggi Audiovisual Komunikasi mengambil tindakan terhadap 2M.
Saluran televisi 2M kemudian meminta maaf dua hari setelah penanyangan dan menyebut bahwa tayangan tersebut tidak tepat.
Di bawah hukum Maroko sendiri, kekerasan dalam rumah tangga bukanlah jenis kejahatan. Menurut survei pemerintah yang dilakukan di 2009-2010, dua pertiga dari perempuan pernah mengalami kekerasan fisik, psikologis, seksual atau ekonomi.
[mel]
BERITA TERKAIT: