Ia mendesak pemerintah di seluruh dunia bertindak cepat dan tepat untuk menyelamatkan spesies yang rentan sebelum terlambat.
Hal itu ia tuturkan dalam konferensi satwa liar di Vietnam (Kamis, 17/11). Dipilihnya Vietnam adalah karena pertumbuhan elit kaya menyebabkan Vietnam menjadi pasar utama untuk cula badak dan gading.
Vietnam juga merupakan rute transit penting bagi penyelundupan produk satwa liar ilegal dari Afrika ke negara-negara Asia lainnya, terutama China.
"Kita tahu bahwa kita tidak bergerak cukup cepat untuk bersaing dengan krisis. Badak, gajah, trenggiling, singa, mereka masih dibunuh dalam jumlah mengerikan," kata Pangeran William.
"Sementara kami telah membuat kemajuan, kenyataanya adalah kita masih tertinggal di belakang," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa pemburu dan sindikat perdagangan menjadi lebih canggih dan mengatakan selera untuk produk satwa liar seperti gading dan cula badak perlu dihapuskan.
[mel]
BERITA TERKAIT: