Balita tersebut mulanya bermain dengan anjingnya di bawah pengawasan nenek buyutnya di dekat sumahnya di Khutm sebuah desa di Siberia.
Namun ketika sang buyut lengah, balita tersebut berlari ke hutan Taiga yang terletak tak jauh dari rumahnya. Ia diduga berlari mengikuti anjingnya
Ketika itu, ia mengenakan pakaian dan sepatu dan membawa cokelat di sakunya. Namun balita tersebut tidak mengenakan mantel.
Mendapatkan laporan hilangnya balita di hutan, sekitar 100 tim penyelamat segera dikerahkan untuk menyisir wilayah hutan yang memiliki luas 120 kilometer persegi itu.
Baik tim udara maupun darat berbondong-bondong melakukan penyisiran di wilayah hutan tempat tinggal harimau dan beruang Siberia liar itu.
Setelah pencarian selama sekitar 72 jam, balita tersebut akhirnya berhasil ditemukan saat tengah tertidur di antara akar pohon besar.
"Ada serigala, dan beruang di hutan. Beruang sekarang sedang dalam masa penggemukan untuk musim dingin. Mereka dapat menyerang sesuatu yang bergerak. Selain itu, cuaca hangat sepanjang siang namun sangat dingin di malam hari," kata tim pencari,
Balita tersebut tidak menderita luka apapun.
Ia mengatakan bahwa ia berlari ke hutan karena mendengar pamannya memanggil.
[mel]
BERITA TERKAIT: