Pasca Brexit, Inggris Hadapi Kemungkinan Resesi Dalam 18 Bulan Ke Depan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 03 Agustus 2016, 13:06 WIB
Pasca Brexit, Inggris Hadapi Kemungkinan Resesi Dalam 18 Bulan Ke Depan
Ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo Inggris memiliki kesempatan 50:50 untuk jatuh ke dalam resesi dalam kurun waktu 18 bulan ke depan.

Begitu kata pakar ekonomi terkemuka dari Institut Nasional Ekonomi dan Sosial Penelitian (NIESR) Simon Kirby awal pekan ini. Ia menilai bahwa pasca Brexit atau hasil referendum yang memutuskan agar Inggris hengkang dari uni Eropa menyebabkan perlambatan ekonomi yang ditandai tahun ini dan tahun berikutnya.

Selain itu ia pun memprediksi bahwa akan terjadi peningkatan inflasi hingga 3 persen pada akhir tahun depan.

"Ini adalah konsekuensi ekonomi jangka pendek untuk meninggalkan Uni Eropa" kata Kirby.

Secara keseluruhan ia memperkirakan bahwa ekonomi Inggris mungkin akan tumbuh sebesar 1,7 persen pada tahun ini, namun tahun 2017 mendatang hanya akan mencapai 1 persen.

Menurut Kirby referendum Juli kemarin telah menyebabkan ketidakpastian keuangan dan politik bagu Inggris.

"Kami memprediksi Inggris mengalami perlambatan ekonomi ditandai pada paruh kedua tahun ini dan seluruh 2017," tuturnya seperti dimuat BBC. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA