Dampak Brexit, Ford Pertimbangkan Penutupan Pabrik Di Inggris

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 29 Juli 2016, 12:42 WIB
Dampak <i>Brexit</i>, Ford Pertimbangkan Penutupan Pabrik Di Inggris
pekerja di pabrik ford inggris/net
Kecil Besar
rmol news logo . Raksasa otomotif asal Amerika Serikat, Ford, tengah mempertimbangkan penutupan pabriknya di Eropa. Selain itu, Ford juga mempertimbangkan untukmenaikkan harga di Inggris dan Eropa.

Langkah tersebut dilakukan menyusul keputusan Inggris untuk hengkang dari Uni Eropa.

Dalam pengumumannya pada Kamis (28/7), petinggi Ford memprediksi bahwa keputusan referendum akan membebankan perusahaan sebesar 1 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan.

Direktur keuangan Ford Bob Shanks memperingatkan bahwa peningkatan harga produk perlu dilakukan untuk mengimbangi fluktuasi mata uang sebagai imbas dari "Brexit". Poundsterling telah jatuh 11 persen terhadap dolar sejak referendum terkait hengkangnya Inggris dari Uni Eropa digelar pada 23 Juni.

Devaluasi poundsterling dan perlambatan ekonomi Inggris diperkirakan akan mempengaruhi penjualan mobil Ford di Inggris senilai 200 juta dolar AS tahun ini, dan 400 hingga 500 juta dolar AS setiap tahunnya selama dua tahun ke depan.

"Kita harus memperhatikan pada masalah ekonomi tersebut," kata Shanks seperti dimuat The Guardian.

Ford diketahui merupakan salah satu merk mobil ternama yang banyak digunakan di Inggris. Ford saat ini menyisakan dua buah pabrik di negara tersebut, yakni di Dagenham dan Bridgend. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA