Dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat, kelompok warga Israel itu menuding bahwa Facebook membantu Hamas untuk melakukan serangan.
"(Facebok) sengaja memberikan dukungan material dan sumber daya untuk Hamas serta memfasilitasi kemampuan kelompok teroris ini untuk berkomunikasi, merekrut anggota, merencanakan serta melaksanakan serangan," begitu isi gugatan sebagaimana dimuat
Press TV (Selasa, 12/7).
Perwakilan dari Facebook di Israel membantah hal tersebut.
"Tidak ada tempat untuk konten yang mendorong kekerasan, ancaman langsung, terorisme atau pun kebencian di Facebook," kata perwakilan Facebook.
"Kami memiliki seperangkat standar komunitas dan kami mendesar orang untuk menggunakan alat pelapor kami jika mereka menemukan konten yang melanggar standar kami sehingga kami dapat menyelidiki dan mengambil tindakan cepat," sambungnya.
Sementara itu juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menyebut bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk memeras Facebook sehingga Israel akhirnya bisa mengubahnya menjadi alat mata-mata.
"Ujian sesungguhnya bagi pemilik Facebook adalah untuk menolak tekanan ini," kata Abu Zuhri.
[mel]
BERITA TERKAIT: