Berhari-hari sebelumnya pemerintah Korut memobilisasi rakyatnya menjelang pembukaan Kongres Partai Pekerja yang pertama kali digelar sejak Oktober 1980 itu.
Dikutip dari media resmi negara,
Rodong Sinmun, pemimpin muda Korut, Kim Jong Un, menegaskan, Kongres tersebut akan menghasilkan "cetak biru brilian yang akan memajukan kemenangan akhir dari revolusi". Kim sendiri mungkin belum lahir ketika Kongres terakhir digelar 36 tahun lalu.
CNN melaporkan, lebih dari 100 wartawan media internasional diundang resmi oleh pemerintah Korut untuk meliput rangkaian kegiatan Kongres. Dan, sekitar 3.000 anggota partai diperkirakan akan hadir.
Kongres ini akan diadakan di sebuah pusat konvensi yang disebut April 25 House of Culture. Bangunan ini juga yang menjadi tuan rumah kongres partai sebelumnya pada tahun 1980.
Menurut rencana, Kongres akan dimeriahkan oleh tontonan kesenian yang megah, ribuan orang berkostum tradisional Korea Utara akan berparade dan melakukan koreografi di Pyongyang.
Dalam Kongres ini, Kim Jong Un dispekulasikan bakal menjauh dari ideologi ayahnya, Kim Jong Il, yang mengutamakan kekuatan militer. Ideologi ini disebut sebagai tindak lanjut dari ideologi fundamental Korut yang menggabungkan Marxisme dan ultra nasionalisme.
Kim Jong Un diprediksi akan memperkuat keyakinannya sendiri akan kekuatan nuklir simultan dan pembangunan ekonomi.
Kongres ini juga diperkirakan bakal diakhiri dengan perintah Kim melanjutkan program senjata nuklir. Setidaknya hal itu yang diyakini para pakar intelijen dan militer dunia.
Hal itu pula, yang dilaporkan
CNN, menjadi alasan pemerintah Korea Selatan dan AS percaya uji coba nuklir kelima dalam tahun ini bisa terjadi di beberapa lokasi selama kongres berlangsung.
[ald]
BERITA TERKAIT: