Dua kawasan tersebut utamanya telah bergulat dengan kekeringan terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Kekeringan disebabkan peningkatan suhu udara yang juga berimbas pada munculnya fenomena El Niño terkuat yang pernah tercatat.
Menurut para ilmuan cuaca, penyebab langsung kekeringan telah melumpuhkan negara-negara di kawasan tersebut, dari Ethiopia hingga Zimbabwe.
Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa akan ada dampak jangka panjang dari perubahan iklim yang dapat merusak kemampuan suatu daerah untuk bertahan dalam cuaca ekstrim. Sehingga, rentan meninggalkan sejumlah orang yang kelaparan dan meningkatnya wabah penyakit.
Negara di Afrika yang mengalami masalah kelaparan terburuk, menurut Unicef adalah Ethiopia. Kekeringan berimbas kelaparan meninggalkan lebih dari 2 juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari 10 juta orang tengah membutuhkan bantuan pangan.
"Ethiopia telah terkena pukulan ganda, baik dari perubahan ke musim hujan yang telah dikaitkan dengan perubahan iklim jangka panjang dan sekarang dari El Niño, yang telah berpotensi menyebabkan negara itu mengalami salah satu kekeringan terburuk dalam beberapa dekade," kata perwakilan Unicef untuk Ethiopia Gillian Mellsop seperti dimuat
The Guardian (Kamis, 17/3).
Bukan hanya Ethiopia, negara tetangganya di Afrika seperti Somalia, Sudan dan Kenya juga menewaskan lebih dari 20 juta orang selama beberapa tahun terakhir.
"Pola khas yang diperkirakan dari El Niño adalah kekeringan di Afrika Selatan dan juga Afrika timur," kata ilmuan dari Pusat Nasional untuk Atmospheric Science Linda Hirons.
[mel]
BERITA TERKAIT: