Begitu hasil riset yang dilakukan perusahaan riset Economist Intelligence Unit (EIU). Riset tersebut terkait dengan 10 resiko yang dihadapi dunia. Masuk menjadi salah satu di antaranya adalah bila Trump menang di pemilu Presiden Amerika Serikat.
Kemanangan Trump dinilai berpotensi mengganggu perekonomian global dan meningkatkan resiko politik serta keamanan di negeri paman Sam.
"Sejauh ini Trump telah memberikan sedikit rincian kebijakan, dan ini cenderung rentan terhadap revisi konstan," kata EIU dalam penilaian risiko global, yang terlihat pada dampak dan probabilitas.
Dengan menggunakan skala 1 sampai 25, dalam peringatkan EIU, kemenangan Trump dalam pemilu Amerika Serikat menempati angka 12 yang artinya cukup beresiko.
"Dia (Trump) telah sangat bermusuhan terhadap perdagangan bebas, termasuk terutama NAFTA (Perjanjian Perdagangan bebas Amerika Utara) dan telah berulang kali melabeli China sebagai manipulator mata uang," begitu penjelasan EIU seperti dimuat
BBC (Kamis, 17/3).
Selain itu, dalam bidang keamanan, komentar serta sikap Trump yang ditunjukkan selama kampanye berpotensi memperburuk situasi keamanan, bukan hanya di lingkup Amerika Serikat, tapi juga di lingkup internasional.
"Kecenderungan militeristiknya terhadap Timur Tengah dan larangan semua wisata Muslim ke Amerika Serikat akan menjadi alat rekrutmen ampuh untuk kelompok jihad, meningkatkan ancaman mereka baik di dalam wilayah ini dan sekitarnya," tambah EIU.
Selain kemenangan Trump, sejumlah isu lainnya yang masuk dalam 10 daftar resiko yang harus dihadapi dunia versi EIU adalah intervensi Rusia di Ukraina dan Suriah yang dinilai bisa membentuk situasi Perang Dingin yang baru, meningkatnya ancaman terorisme mengganggu stabilitas ekonomi global, serta rencana pemungutan suara terkait dengan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
[mel]
BERITA TERKAIT: