
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa rudal balistik yang dimiliki negaranya diperuntukkan bagi pertahanan diri.
Sedangkan tes rudal balistik terbaru yang dilancarkan Iran baru-baru ini tidak melanggar kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia.
Hal itu ditegaskan Zarif usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull di Australia (Selasa, 15/3). Zarif menyebut bahwa rudal yang diuji pada pekan lalu tidak akan pernah digunakan untuk agresi.
"Rudal itu bahkan tidak termasuk dalam lingkup 2231 dan bukan merupakan sesuatu yang ilegal," kata Zarif mengacu pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada bulan Juli lalu.
"Iran tidak akan pernah menggunakan cara apapun untuk menyerang negara manapun, termasuk dengan rudal-rudal kami. Ini hanya untuk program pertahanan kami," sambungnya seperti dimuat Reuters.
Penegasan itu dibuatnya menyusul pertemuan yang digelar oleh Dewan Keamanan PBB awal pekan ini terkait dengan tes tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: