
Sekitar satu juta orang turun ke jalan-jalan di ibukota Maroko, Rabat akhir pekan kemarin (Minggu, 13/3) untuk memprotes komentar Sekjen PBB Ban Ki Moon terkait dengan Sahara.
Para pengunjuk rasa mengekspresikan kemarahan mereka atas penyataan Sekjen PBB yang menggunakan kata "pendudukan" pada kehadiran Maroko di Sahara.
Mereka memegang spanduk dan meneriakkan slogan-slogan seperti "Sahara adalah milik kita". Unjuk rasa tersebut dipimpin oleh partai-partai politik, serikat pekerja, dan kelompok-kelompok non-pemerintah.
Dikabarkan
Press TV, protes tersebut terjadi hanya selang beberapa hari setelah Ban mengunjungi Maroko yang dilakukan untuk memulai kembali pembicaraan antara pemerintah di Rabat dan Front Polisario yang didukung Aljazair atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan.
Kedua belah pihak diketahui masih berselisih terkait klaim wilayah sengketa milik etnis Sahrawi tersebut, meski gencatan senjata yang ditengahi PBB telah dogelar pada tahun 1991.
Selama beberapa dekade, PBB telah berusaha untuk mengadakan referendum mengenai kemerdekaan untuk wilayah yang dianeksasi oleh Maroko ketika Spanyol menarik diri dari negara itu kembali pada tahun 1975.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: