Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor Perdana Menteri Israel, disebutkan bahwa Netanyahu menginstruksikan agar Kementerian Luar Negeri Israel menarik lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB beserta Jerman untuk bertindak.
"(Mereka) harus mengambil langkah-langkah hukuman segera, menyusul pelanggaran kotor yang diulang oleh Iran dalam hal roket," kata pernyataan itu seperti dimuat
Reuters (Minggu, 13/3).
Diketahui bahwa Garda Revolusi Iran melakukan serangkaian tes rudal balistik pekan lalu. Hal itu dinilai sebagai sebuah ancaman oleh Israel.
Terlebih lagi, pimpinan senior Harda Revolusi Iran sempat menyebut bahwa uji coba rudal jarak menengah itu dirancang agar bisa mencapai Israel.
"Alasan mengapa kita merancang rudal dengan jangkauan 2.000 kilometer adalah agar bisa mencapai musuh kita, rezim zionis dari jarak aman," kata Bigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
Namun demikian Amerika Serikat sendiri mengatakan bahwa tes rudal yang dilakukan Iran tidak melanggar ketetntuan perjanjian antara Iran dan enam kekuatan dunia yang dijalin sejak Juli 2015 lalu. Pasalnya, pembatasan rudal serta embargo senjata terhadap Iran secara teknis bukan merupakan bagian dari perjanjian nuklir tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: