Merkel: Penutupan Rute Balkan Hanya Persulit Yunani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 10 Maret 2016, 19:25 WIB
Merkel: Penutupan Rute Balkan Hanya Persulit Yunani
ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo Kanselir Jerman Angela Merkel menyalahkan negara-negara Uni Eropa lainnya karena secara sepihak menutup tute Balkan bagi para imigran.

Ia menyebut bahwa langkah semacam itu telah menempatkan Yunani pada situasi yang sangat sulit. Padahal, keputusan semacam itu haruslah diambil secara bersama-sama oleh semua negara Uni Eropa.

Langkah untuk menutup rute Balkan diawali dengan pengumuman Austria yang menyebut akan membatasi jumlah imigran yang melintasi perbatasannya.

Hal itu membuat sejumlah negara Uni Eropa lainnya yakni Slovenia, Kroasia, dan bahkan anggota non-Uni Eropa, Serbia dan Macedonia ikut bertindak untuk membendung aliran migran.

Kata Merkel, langkah menutup rute Balkan tersebut tidaklah menyelesaikan masalah.

"Secara pribadi saya berpikir bahwa keputusan sepihak Austria, dan kemudian yang dibuat kemudian oleh negara-negara Balkan, jelas akan membuat jumlah pengungsi yang masuk semakin sedikit. Tetapi mereka menempatkan Yunani dalam situasi yang sangat sulit," kata Merkel dalam siaran radio MDR pada Kamis (10/3).

"Jika kita tidak berhasil mencapai kesepakatan dengan Turki, maka Yunani tidak dapat menanggung berat badan untuk jangka panjang," sambungnya.

Karena itulah ia menyerukan agar negara-negara Uni Eropa menyatukan suara untuk menemukan solusi nyata bagi masalah tersebut.

"Karena itulah saya mencari solusi nyata bagi warga Eropa, yang berarti solusi bagi ke-28 (negara anggota Uni Eropa," tegasnya seperti dimuat BBC. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA