Mereka adalah penerima Australia Awards Scholarships di bawah Kemitraan Keamanan Pangan Indonesia-Australia di Sektor Daging Merah dan Peternakan (Red Meat and Cattle).
Program tersebut diketahui perdana dilakukan pada tahun lalu.
Para penerima beasiswa tersebut kemudian akan ditempatkan selama lima bulan ke depan wilayah pedalaman Queensland dan di sejumlah universitas di Australia. Mereka akan menjalani studi serta kerja praktik terkait dengan peternakan.
Menurut Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, melalui program tersebut, baik Indonesia maupun Australia sama-sama memperoleh manfaat dalam meningkatkan rantai pasokan daging merah dan ternak guna memberi kepastian kepada industri peternakan dan konsumen di kedua negara.
"Perdagangan ternak hidup memberi sumbangsih besar pada ekonomi kedua negara, maupun menjadi sumber nafkah dan kesejahteraan warga Australia dan Indonesia," ujar Grigson seperti rilis yang diterima redaksi (Jumat, 26/2).
"Para peserta tersebut akan menjadi pemimpin masa depan industri peternakan yang akan menghasilkan gagasan dan mendorong inovasi pada sektor peternakan, yang memastikan perencanaan, pengembangan dan pengelolaan yang lebih baik dalam semua aspek penggemukan dan pembiakan sapi sepanjang rantai pasokan," sambungnya.
Program kursus jangka pendek tersebut akan diselenggarakan di sejumlah universitas ternama di negeri kanguru, antara lain adalah Universitas Queensland, Sydney, dan New England maupun di kampus-kampus Pendidikan Teknik dan Tingkat Lanjut, Queensland, (TAFE QLD) dan di penggemukan, rumah pemotongan hewan dan peternakan-peternakan sapi.
[mel]
BERITA TERKAIT: