Dalam keterangannya (Rabu, 10/2), Menteri Unifikasi Korea Selatan Hong Yong-Pyo menyebut bahwa langkah tersebut diambil menyusul sikap Korea Utara yang melakukan uji coba bom hidrogen dan peluncuran roket.
Korea Utara diketahui akhir pekan kemarin meluncurkan satelir observasi bumi ke orbit di luar angkasa. Namun Korea Selatan, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya menuding bahwa Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh.
Korea Selatan menyebut bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditolerir karena menentang perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
Kata Hong, Korea Utara tidak pernah menunjukkan keinginan untuk menghentikan program nuklirnya.
Hal itulah yang melatarbelakangi Korea Selatan memutuskan untuk menghentikan operasi di Kaesong.
Kaesong sendiri diketahui merupakan daerah yang terletak di Korea Utara, dekat dengan perbatasan Korea Selatan. Di daerah itu didirikan kompleks industri bersama antara dua Korea di mana Korea Selatan menanamkan modal untuk mendirikan pabrik dan memperkejakan warga Korea Utara.
Kawasan tersebut mulai beroperasi sejak tahun 2004 lalu dan sempat berhenti beroperasi beberapa saat akibat naik-turunnya hubungan antar dua Korea.
Ada sekitar 120 perusahan Korea Selatan yang beroperasi dengan sekitar 53.000 pekerja Korea Utara di kawasan industri itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: