"Mereka pada dasarnya membutuhkan segalanya," kata koordinator kemanusiaan PBB di Sudan Marta Ruedas seperti dimuat
The Guardian.
Bentrokan di Jebel Marra diketahui pecah sejak 15 Januari lalu antara pasukan yang setia terhadap Presiden Omar al-Bashir dengan Tentara Pembebasan Sudan (SLA-AW), yang dipimpin oleh Abdul Wahid Nur.
Bentrokan diwarnai dengan serangan dari pesawat tempur serta artileri.
Badan-badan PBB tidak dapat mengakses sejumlah daerah untuk menverifikasi soal berapa jumlah orang yang terpaksa mengungsi.
"Kita tidak bisa berbicara tentang angka lengkap pengungsi karena terbatasnya akses ke wilayah tersebut," sambungnya.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan ada 38.000 orang yang dilaporkan telah melarikan diri ke negara bagian Darfur Utara.
Situasi di Darfur Central bahkan lebih sulit untuk menilai karena terbatasnya akses, dengan laporan hingga 50.000 orang melarikan diri.
[mel]
BERITA TERKAIT: