"Kita harus menemukan pendekatan yang beragam dan kreatif, termasuk mencoba untuk melakukan pembicaraan lima arah dengan mengecualikan Korea Utara," kata Park dalam briefing kebijakan dengan jajaran kabinetnya (Jumat, 22/1).
Untuk diketahui, Six Party Talks melibatkan enam negara, yakni Korea Selatan, Korea Utara, Jepang, China, Amerika Serikat dan Rusia. Kelompok yang dibangun tahun 2003 itu dibentuk untuk membahas isu utama yakni prospek keamanan di Semenanjung Korea. Salah satu hal yang kerap menjadi penekanan adalah soal isu nuklir Korea Utara.
Sekutu Korea Utara, China telah berulang kali mendorong dimulainya kembali pembicaraan. Namun Park menegaskan bahwa uji coba bom hidrogen yang baru-baru ini dilakukan oleh Korea Utara telah secara tegas menggarisbawahi penolakan Korea Utara atas denuklirisasi sebagai bahan tawar menawar.
"Bahkan jika pembicaraan dilanjutkan, efektivitas mereka tentu akan dipertanyakan," tegas Park. Hal itulah yang mendorong ia untuk melanjutkan pembicaraan dengan mengecualikan Korea Utara.
[mel]
BERITA TERKAIT: