Perjalanan mereka ke Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan terbaru dalam gencatan senjata selama enam bulan yang didukung oleh PBB.
"Aksi kemanusiaan hari ini menunjukkan bahwa bahkan di tengah-tengah konflik sengit, perjanjian dapat dicapai, semata-mata untuk tujuan mengurangi penderitaan manusia," kata Marianne Gasser, kepala Komite Internasional Palang Merah delegasi di Suriah.
"Pihak yang terlibat dalam pertempuran itu harus mengizinkan akses oleh pelaku kemanusiaan kepada semua orang yang telah dipengaruhi oleh pertempuran menahun, terutama bagi mereka yang berada di daerah terkepung dan sulit dijangkau," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
Perlu diketahui, di bawah kesepakatan yang dilaksanakan oleh ICRC, PBB dan Bulan Sabit Merah Suriah Arab, sebanyak 338 orang dievakuasi dari daerah perbatasan Fua dan Kefraya ke Turki untuk kemudian diterbangkan ke Beirut. Sementara itu, 126 orang dievakuasi dari Zabadani dan Madaya ke Lebanon dan kemudian dibawa ke Beirut.
Itu adalah langkah terbaru dalam gencatan senjata yang disepakati pada awal tahun ini. Termasuk dalam langkah tersebut adalah simultan pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah yang telah dikepung selama berbulan-bulan. Pekerja bantuan mengatakan penduduk kekurangan bahan bakar, makanan, obat-obatan, air bersih dan bahkan susu untuk bayi yang baru lahir, kondisi tersebut menyebabkan penyebaran kekurangan gizi, hepatitis dan penyakit paru-paru karena warga membakar plastik agar tetap hangat di musim dingin.
[mel]
BERITA TERKAIT: