"Negara ini dalam dua-tiga tahun terakhir telah membawa perubahan yang cukup signifikan, baik dalam kestabilan politik atau perkembangan lainnya," kata Perwakilan Sekjen PBB untuk Somalia Nicholas Kay.
Kata Kay, proses politik di Somalia bisa dikatakan berhasil karena banyak pemimpin politik negara yang terlibat dalam dialog politik dan negosiasi.
"Presiden daerah interim lebih bersedia untuk duduk dan berbicara bersama daripada menggunakan senjata. Begitu, mereka memberikan kontribusi untuk perdamaian di negara itu," sambungnya seperti dimuat
Associated Press (Rabu, 23/12).
Ia pun menyebut, sejauh ini proses pemilihan parlemen dan presiden untuk tahun 2016 mendatang berlangsung dengan baik dan masing-masing pihak menunjukkan komitmen untuk menghormati batas jangka konstitusional.
Namun demikian, Kay menyebut bahwa Somalia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Somalia diketahui memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Salah satu yang menonjol adalah terkait pemberontak al-Shabab yang bersekutu dengan al-Qaida.
[mel]
BERITA TERKAIT: