China menentang hal tersebut dan berjanji akan memblokir perusahaan-perusahaan yang terlibat.
"Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China. China sangat menentang penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan," kata Wakil Menteri Luar Negeri Zheng Zeguang.
Namun demikian juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby menyebut bahwa penjualan senjata itu sejalan dengan kebijakan lama yakni "Taiwan Relations Act" yang telah diterapkan sejak tahun 1979.
Dalam perjanjian itu, Amerika Serikat diharuskan untuk memberikan persenjataan yang cukup ke Taiwan untuk mempertahankan diri, meskipun Amerika Serikat tidak mengakui Taiwan sebagai negara yang merdeka dari China.
Kirby pun membantah bahwa penjualan senjata itu terkait dengan masalah Laut China Selatan.
"Kami masih ingin bekerja untuk membangun hubungan yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih efektif dengan China di wilayah tersebut," kata Kirby seperti dimuat
BBC (Rabu, 16/12).
Dalam kesepakatan penjualan senjata itu, Amerika Serikat akan mengirimkan sejumlah senjata, termasuk di dalamnya adalah rudal anti tank, kendaraan serbu amfibi, serta rudal permukaan.
[mel]
BERITA TERKAIT: