Pasangan tersebut diketahui membawa seorang anak laki-laki berusia belasan tahun dari Nigeria pada 1989.
Kepada sang anak, mereka menjanjikan akan menyekolahkannya dan membiayai hidupnya. Namun setelah dibawa ke Inggris, bukannya disekolahkan, anak tersebut justru dipaksa untuk bekerja hingga larut tanpa dibayar. Selama 24 tahu, ia dipaksa untuk memasak, membersihkan rumah dan menjaga anak-anak tanpa bayaran seperpun. Setiap harinya, ia bekerja selama sekitar 17 jam. Ia pun hanya diperbolehkan tidur di lantai.
Korban perbudakan tersebut sulit melarikan diri karena pasangan tersebut menyita paspornya sehingga ia tidak memiliki dokumen identitas. MEreka pun mengancam akan mendeportasinya bila berani melarikan diri.
Selain itu, kondisi korban yang tidak memiliki pendidikan dan kontak yang sangat terbatas dengan dunia luar.
Saat ini, korban perbudakan tersebut telah berusia 40 tahun.
"Ini adalah kasus yang sangat mengejutkan karena merupakan bentuk perbudakan modern," kata jaksa yang menangani kasus tersebut seperti dimuat
AFP.
[mel]
BERITA TERKAIT: