"Krisis di sektor properti dan melemahnya ekspor terus menekan pertumbuhan domestik bruto Tiongkok. Tetapi konsumsi domestik dan pengeluaran di sektor infrastruktur mencegah penurunan ekonomi yang lebih parah," kata analis dari lembaga Oxford Economics Louis Kuijs sebagaimana dikutip
Voanews.com, Senin (19/10).
Pertumbuhan Tiongkok menurun lantaran faktor dalam negeri, yaitu pemerintah sedang berusaha menjadikan ekonominya lebih berbasis pada konsumsi domestik dan layanan industri, daripada bergantung pada ekspor dan investasi.
Namun begitu, jurubicara badan statistik pemerintah Tiongkok Sheng Laiyun menyebut bahwa ekonomi Tiongkok secara keseluruhan masih terbilang kokoh.
"Semua perkembangan baru ini masih mengisyaratkan reformasi ekonomi Tiongkok berjalan lancar,†kata Sheng Laiyun.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: