Rusia Perbaharui Upaya Klaim Kepemilikan Arktik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 05 Agustus 2015, 13:24 WIB
Rusia Perbaharui Upaya Klaim Kepemilikan Arktik
bendera rusia di dasar lautarktik/net
rmol news logo Rusia memperbaharui upaya untuk mendapatkan pengakuan PBB atas klaim kepemilikan wilayah seluas 1,2 juta kilometer persegi di kawasan Arktik.

Upaya yang dimaksud adalah pengajuan baru ke Komisi PBB terkait dengan Batas Landas Kontinen. Pengajuan tersebut disertai dengan dukungan bukti dan data ilmiah.

"Data ilmiah yang cukup dikumpulkan dalam beberapa tahun penelitian Arktik digunakan untuk mendukung klaim Rusia," kata keterangan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC (Selasa, 4/8).

Ini bukan kali pertama Rusia mengajukan klaim atas kawasan kaya sumber daya tersebut. Pada tahun 2001 lalu Rusia juga pernah mengajukan klaim serupa namun ditolak oleh komisi PBB karena dinilai tidak cukup bukti.

Sebelumnya pada tahun 2007 Rusia pernah mempertegas klaim atas Arktik dengan menjatuhkan tabung berisi bendera Rusia ke dasar laur dengan menggunakan kapal selam.

Langkah baru Rusia tersebut diambil selang seminggu setelah Rusia menegaskan akan memperkuat angkatan lautnya di Arktik sebagai bagian dari doktrin militer baru.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin mengatakan bahwa rencana tersebut termasuk pembukaan armada baru.

Awal tahun ini, militer Rusia melakukan latihan di Kutub Utara yang melibatkan 38.000 prajurit, lebih dari 50 kapal permukaan dan kapal selam serta 110 pesawat.

Pengajuan klaim Rusia atas Arktik tersebut ditentang oleh empat negara yang juga berbatasan dengan kawasan Arktik yakni Norwegia, Denmark, Kanada dan Amerika Serikat.

Rusia dan keempat negara tersebut diketahui telah berupaya untuk menegaskan yurisdiksi atas bagian dari Arktik. Kawasan tersebut diyakini menyimpan hingga seperempat minyak dan gas yang belum ditemukan di dunia.

Persaingan untuk klaim kepemilikan wilayah semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena semakin menyusutnya es di kutub yang membuka peluang baru untuk melakukan eksplorasi. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA