"Kami mencari keadilan bagi keluarga yang terbunuh di pesawat Malaysia Airlines MH17 lebih dari setahun yang lalu," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Julie Bishop di New York pada Selasa (28/7).
"Kami bertekad untuk menahan Mereka yang bertanggung jawab untuk menjelaskan hal ini dan kami ingin Membentuk pengadilan pidana independen yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB," sambungnya seperti dimuat
BBC.
Australia diketahui telah bergabung dengan Belgia, Belanda dan Ukraina untuk terlibat dalam penyelidikan gabungan untuk menginvestigasi kecelakaan yang terjadi pada 17 Juli 2014 lalu itu. Negara-negara tersebut mendorong agar pengadilan internasional menuntut mereka yang bertanggungjawab.
Namun diperkirakan rencana untuk menyeret pelaku di balik jatuhnya MH17 ke pengadilan internasional akan diveto oleh Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini mengatakan bahwa akan prematur bila terburu-buru menetapkan pihak yang bertanggungjawab.
Bishop pun telah meminta kepada duta besar Rusia untuk meminta Moscow agar tidak memveto reolusi pengadilan.
"Ini tidak akan melayani kepentingan nasional Rusia," ujar Bishop.
Sementara itu laporan akhir soal apa penyebab jatuhnya MH17 akan dirilis pada Oktober mendatang.
[mel]
BERITA TERKAIT: