Redam Protes, Rencana Kenaikan Tarif Listrik 22 Persen Ditangguhkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 28 Juni 2015, 14:38 WIB
Redam Protes, Rencana Kenaikan Tarif Listrik 22 Persen Ditangguhkan
unjuk rasa di armenia/net
rmol news logo Presiden Armenia Serzh Sargsyan menangguhkan rencana kenaikan tarif listrik sebesar 22 persen di tengah aksi protes ribuan masyarakat pada Sabtu (27/6).

Perlu diketahui, pekan lalu, komisi peraturan negara diketahui memutuskan untuk memberlakukan kenaikan tarif listrik tersebut mulai 1 Agustus mendatang.

Langkah itu diambil menyusul permintaan dari perusahaan distribusi untuk jaringan listrik Armenia yang merupakan anak perusahaan Rusia Inter RAO. Pihak perusahaan menilai, kenaikan tarif diperlukan mengingat melemahnya nilai mata uang dram.

Rencana tersebut memicu kemarahan masyarakat. Ribuan massa menduduki jalan di ibukota Yerevan sejak rencana tersebut diumumkan.

Namun demikian, demi meredam protes, Sargsyan mengatakan bahwa audit independen akan menentukan apakah rencana kenaikan dibenarkan atau tidak.

"Kita punya banyak hal yang harus dilakukan dan kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan proses yang sulit ini," kata Sargsyan seperti dimuat Reuters.

Gelombang protes masyarakat tersebut merupakan hal yang paling serius yang pernah terjadi di Armenia dalam kurun beberapa waktu terakhir. Hal tersebut memicu kekhawatiran bagi stabilitas politik negara yang menjadi pangkalan militer Rusia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA