Perlu diketahui, pekan lalu, komisi peraturan negara diketahui memutuskan untuk memberlakukan kenaikan tarif listrik tersebut mulai 1 Agustus mendatang.
Langkah itu diambil menyusul permintaan dari perusahaan distribusi untuk jaringan listrik Armenia yang merupakan anak perusahaan Rusia Inter RAO. Pihak perusahaan menilai, kenaikan tarif diperlukan mengingat melemahnya nilai mata uang dram.
Rencana tersebut memicu kemarahan masyarakat. Ribuan massa menduduki jalan di ibukota Yerevan sejak rencana tersebut diumumkan.
Namun demikian, demi meredam protes, Sargsyan mengatakan bahwa audit independen akan menentukan apakah rencana kenaikan dibenarkan atau tidak.
"Kita punya banyak hal yang harus dilakukan dan kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan proses yang sulit ini," kata Sargsyan seperti dimuat
Reuters.
Gelombang protes masyarakat tersebut merupakan hal yang paling serius yang pernah terjadi di Armenia dalam kurun beberapa waktu terakhir. Hal tersebut memicu kekhawatiran bagi stabilitas politik negara yang menjadi pangkalan militer Rusia.
[mel]
BERITA TERKAIT: