Menurut keterangan Menterian Keuangan Korea Selatan Choi Kyung-hwan pada Kamis (25/6), MERS yang telah merenggut 29 nyawa di negeri ginseng sejak Mei lalu itu memberi dampak pada pola belanja dan pariwisata.
Choi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun ini hanya mencapai 3,1 persen dari target 3,8 persen. Angka tersebut merosot bila dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 3,3 persen.
Mewabahnya MERS di Korea Selatan memberikan dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi, karena orang-orang umumnya menghindari datang ke tempat publik seperti pertokoan. Wisawatan asing pun merasa khawatir dengan penyebaran virus tersebut.
Menurut catatan kementerian, pendapatan di department store merosot hingga 30 persen selama dua minggu pertama Juni. Bukan hanya itu, lebih dari 120 ribu pengunjung membatalkan perjalanan ke Korea Selatan.
"Wabah MERS memberikan dampak negatif pada seluruh sektor perekonomian," kata Choi.
"Kita tidak bisa mengatakan situasi MERS telah benar-benar berakhir kecuali menghidupkan kembali ekonomi," tambahnya seperti dimuat
Channel News Asia.
Kementerian Keuangan rencananya akan menyediakan dana 13,5 miliar dolar AS untuk menstimulus perekonomian negara.
[mel]
BERITA TERKAIT: