Begitu bunyi laporan terbaru berjudul "Strangling Necks" yang dirilis oleh Amnesty International pada Rabu (27/5).
Dalam laporan itu disebutkan bahwa sebagian korban dituduh telah berkolaborasi dengan Israel. Aksi tersebut dilakukan Hamas selama konflik 50 hari dengan Israel tahun lalu, tepatnya sejak 8 juli hingga 26 Agustus 2014.
Disebutkan dalam laporan itu bahwa setidaknya 23 warga Palestina mengalami kekerasan dari pihak Hamas.
"Pasukan Israel menimbulkan kehancuran dan kematian pada orang-orang di Gaza, Pasukan Hamas mengambil kesempatan melakukan aksi balas dendam," kata laporan tersebut seperti dimuat
BBC.
Perlu diketahui, berdasaran catatan PBB, konflik selama 50 hari antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza tahun lalu telah menewaskan setidaknya 2.189 warga Palestina, termasuk di antaranya adalah 1.486 warga sipil.
Dalam laporan terbaru itu, Amnesty Internasional mengecam keras tindakan Israel maupun tindakan Hamas dan menyebutnya melakukan pelanggaran selama konflik terjadi.
[mel]
BERITA TERKAIT: