Kejadian itu terjadi pada tanggan 2 Mei lalu. Pada saat itu pesawat bernomor penerbangan AF953 tengah terbang dari Malabo, ibukota Equatorial Guinea, ke Douala Kamerun ketika tiba-tiba menghadapi cuaca buruk.
Pada saat itu, ada 37 orang dalam penerbangan dan hendak ke Kamrun untuk mengangkut lebih banyak penumpang sebelum melanjutkan penerbangan ke Paris.
Demi menghindari awan badai, ketinggian pesawat jenis Boeing 777 itu kemudian disesuaikan hingga hampir menghantam sebuah gunung di Kamerun setinggi 4.040 meter.
Seperti dilansir
BBC, investigator kecelakaan Perancis BEA pun masih terus melakukan penyelidikan atas kejadian itu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: