Begitu analisa yang dilakukan oleh Washington Post dan peneliti dari Bowling Green State University. Mereka meneliti setiap polisi yang didakwa akibat penembakan fatal yang terjadi sejak tahun 2005 lalu.
"Untuk menjerat seorang perwira polisi dalam kasus penembakan fatal, dibutuhkan sesuatu hal yang mengerikan," kata salah seorang analis yang juga merupakan kriminolog dari Bowling Green State University Philip M. Stinson Seperti dimuat
Press TV (Minggu, 24/5).
Hal yang mengerikan yang dimaksud adalah sejumlah faktor yang bisa membuat kasus tersebut berbeda, seperti, kasus penembakan korban dari belakaang, munculnya rekaman video insiden penembakan, atau penembakan orang tak bersenjata.
Analisa itu dilakukan dengan melibatkan sejumlah data, termasuk wawancara dan catatan publik.
Temuan lain dalam analisa tersebut adalah bahwa mayoritas polisi yang kasusnya diselesaikan dan dinyatakan bersalah, hanya mendapat hukuman rata-rata empat tahun penjata dan kadang hanya dipenjara dalam hitungan minggu.
Laporan analisa terbaru itu muncul di saat departeman kepolisian Amerika Serikat berada di bawah pengawasan publik pasca serangkaian kasus penembakan kontroversial, termasuk Michael Brown di Ferguson, Tamir Beras di Cleveland, dan Eric Garner di Staten Island. Semua korban merupakan keturunan afro-Amerika dan tidak bersenjata.
[mel]
BERITA TERKAIT: