BBC (Minggu, 24/5) mengabarkan bahwa ISIS menduduki museum itu beberapa hari setelah berhasil merebut kota kuno Ramadi Irak.
Menurut keterangan Direktur Peninggalan Purbakala Maamoun Abdulkarim, sebagian besar barang antik di museum itu sebelumnya telah dipindahkan ke Damaskus. Namun demikian, sejumlah peninggalan lainnya seperti patung modern masih berada di dalam museum tersebut. ISIS kabarnya ikut menghancurkan beberapa patung di dalam museum itu dengan dalih perang melawan berhala palsu.
"Hampir tidak ada yang tersisa di museum. Kami telah mengirim barang antik ke Damaskus," ujarnya.
"Tapi masih ada sejumlah benda besar seperti sarkofagus yang beratnya tiga atau empat ton dan kita tidak bisa membawanya," sambung Abdulkarim.
Bukan hanya itu, ISIS juga mengibarkan bedera ISIS dan mengerahkan penjagaan di depan museum.
Pendudukan ISIS di sejumlah situs warisan dunia di Palmyra memicu peringatan internasional. Organisasi kebudayaan PBB UNESCO memperingatkan bahwa kehancuran benda-benda peninggalan sejarah akan menjadi kerugian amat besar bagi kemanusiaan.
[mel]
BERITA TERKAIT: