Bersamaan dengan penyelamatan para imigran, dari dalam kapal yang sama ditemukan 10 jasad manusia. Tujuh di antaranya ditemukan di dalam dua perahu karet besar, sementara tiga lainnya dilempar ke dalam laut saat petugas keamanan datang,
Press TV pada Senin (4/5) mengabarkan, operasi penyelamatan itu melibatkan 10 kapal Italia, termasuk empat kapal swasta dan sebuah kapal milik Perancis.
Operasi penyelamatan imigran besar-besaran dari lautan itu dilakukan menyusul semakin banyaknya arus imigran yang datang dari wilayah laut, serta semakin tingginya insiden di laut.
Insiden terbaru terjadi pada 19 April lalu ketika sebuah kapal pembawa imigran terbalik di Laut Mediterania. Dalam insiden itu, lebih dari 800 orang imigran di dalamnya tewas.
Demi mencegah insiden di laut dan menangkal arus imigran gelap, sejak November tahun 2014 lalu, Italia resmi mengakhiri operasi skala besar penjaga pantai yang dikenal dengan sebutan Mare Nostrum. Operasi itu pun segera diganti oleh Uni Eropa dengan skema baru yang disebut operasi Triton.
Selama operasi Mare Nostrum, Italia berhasil menyelamatkan lebih dari 100 ribu imigran dari laut selama hangka waktu satu tahun. Operasi tersebut menelan anggaran bulanan sekitar 9 juta euro.
Sementara itu, skema baru yang disebut dengan operasi Triton memiliki anggaran bulanan sepertiga dari operasi sebelumnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: