Pasca Germanwings, Australia Wajibkan Kokpit Selalu Diisi Dua Orang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 30 Maret 2015, 12:45 WIB
Pasca Germanwings, Australia Wajibkan Kokpit Selalu Diisi Dua Orang
ilustrasi kokpit/net
rmol news logo Menyusul tragedi jatuhnya pesawat Germanwings di Pegunungan Alpen, pemerintah Australia memberlakukan peraturan baru bagi kru pesawat.

Aturan itu berbunyi bahwa kokpit pesawat harus selalu diisi oleh dua orang dan tidak boleh sendiri.

Menurut keterangan Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss, aturan tersebut mewajibkan seorang pramugari berdiri di dalam kokpit bila salah satu pilot sedang keluar kokpit.

Aturan baru itu akan efektif diterapkan sesegera mungkin baik untuk penerbangan domestik maupun internasional yang mengangkut minimal 50 orang penumpang. Aturan itu akan dioperasikan oleh maskapai penerbangan Australia seperti Qantas, Jetstar, Virgin Australia dan Tigerair Australia.

"Perusahaan penerbangan akan segera bertindak untuk menerapkan perubahan ini dan kami harapkan untuk melihat kebijakan ini dalam beberapa jam pada penerbangan utama kami," kata Truss di Melbourne (Senin, 30/3) seperti dimuat Reuters.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah memberlakukan aturan tersebut sebelum kecelakaan Germanwings di Alpen. Sementara itu Kanada dan Selandia Baru telah menerapkan aturan serupa dalam selang waktu 24 jam setelah kecelakaan dan adanya rekomendasi perubahan dari otoritas penerbangan Eropa.

Langkah yang diambil Australia itu menyusul kecelakaan nahas yang menimpa Germanwings. Pesawat yang mengangkut 144 penumpang dan 6 kru pesawat itu diduga jatuh setelah co-pilot mengemudikan pesawat sendirian saat kapten tengah meninggalkan kokpit sesaat.

Co-pilot diduga sengaja menurunkan ketinggian pesawat dengan drastis dan tidak menggubris ketika kapten pilot meminta dibukakan pintu kokpit. Co-pilot pun tidak menggubris panggilan dari pengedali lalu lintas udara yang memperingatkannya soal ketinggian hingga akhirnya pesawat itu pun jatuh. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA