Serangan itu terjadi tepatnya pada 1 Maret 2014 lalu. Saat itu, sejumlah pria bersenjata melakukan penyerangan di stasiun kereta api dengan pisau dan menewaskan yang menewaskan 31 orang serta melukai 141 lainnya.
Para pelaku itu disebut-sebut merapakan bagian dari kelompok separatis yang berbasis di Xinjiang.
Ketiga orang yang dieksekusi mati hari ini bernama Iskandar Ehet, Turgun Tohtunyaz dan Hasayn Muhammad. Ketiganya telah dijerat dengan hukuman mati sejak September tahun lalu.
Pihak kepolisian juga telah menembak mati empat orang penyerang lainnya di lokasi kejadian pada saat serangan terjadi.
Sementara itu, seorang tersangka lainnya yang merupakan wanita bernama Patigul Tohti dijerat dengan hukuman seumur hidup. Pada saat ditangkap, ia diketahui sedang hamil.
Seperti dimuat
The Guardian, belum jelas metode apa yang digunakan untuk mengeksekusi mati ketiga pelaku itu. Namun Tiongkok sendiri diketahui melegalkan eksekusi mati baik dengan suntik mati maupun tembak.
[mel]
BERITA TERKAIT: