Menurut keterangan seorang pekerja bantuan dari Democratic Institute yang ikut terlibat dalam upaya penyelamatan tersebut, Christopher Fomunyoh, anak-anak yang berhasil diselamatkan itu berusia antara 5 hingga 18 tahun. Mereka tidak mampu berbahasa Inggris, Perancis, ataupun bahasa lokal.
Dimuat
Press TV (Rabu, 11/3), anak-anak itu ditemukan di sebuah kamp pelatihan militan dalam sebuah serangan oleh pasukan keamanan di utara Kamerun.
Fomunyoh menyebut, setelah diselamatkan, anak-anak tersebut ditempatkan di panti asuhan untuk melakukan rehabilitasi.
Menurutnya, karena telah terlalu lama diculik, anak-anak tersebut sampai lupa dari mana asal mereka.
"Mereka telah kehilangan kontak dengan orang tua mereka," kata Fomunyoh.
"Mereka telah kehilangan kontak dengan orang-orang di desa-desa mereka, mereka tidak mampu mengartikulasikan, untuk membantu melacak hubungan mereka, mereka bahkan tidak bisa memberitahu siapa nama mereka," sambungnya.
Boko Haram yang berbasis di Nigeria diketahui telah memperluas basis kampanye mereka ke negara-negara tetangga seperti Kamerun, Chad, dan Nigeria.
[mel]
BERITA TERKAIT: