Ia dituduh sebagai mata-mata yang bekerja untuk dinas intelijen Israel.
Dalam video tersebut, Mussalam tampak duduk di sebuah ruangan mengenakan jumpsuit berwarna oranye. Di hadapan kamera, berbicara tentang bagaimana ia telah direkrut dan dilatih oleh Mossad. Ia menyebut bahwa dalam melakukan hal itu, ia mendapatkan dukungan dari ayah dan kakaknya.
Setelah itu, Musallam dikawal ke lapangan dan kemudian ditembak oleh seorang remaja lainnya. Musallam ditembak di bagian dahi dan tiga kali di bagian tubuh.
Pihak Israel telah mengetahui soal rekaman itu tapi belum bisa memverifikasi apakah video berdurasi 13 menit itu asli atau tidak.
Namun seperti dimuat
Reuters, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Musallam pergi ke Suriah untuk berjuang dengan ISIS pada Oktober lalu.
Sementara ayah Musallam membantah anaknya adalah mata-mata. Ia menyebut bahwa anaknya telah hilang dalam perjalanan wisata ke Turki.
[mel]
BERITA TERKAIT: