"Untuk menghormati rekan yang tewas untuk fokus pada sorotan internasional terkait dengan masalah keamanan dan impunitas bagi para jurnalis di seluruh dunia, pemberian Golden Pen of Freedom diberikan kepada jurnalis yang tewas dalam melakukan tugasnya. Hal ini dilakukan untuk mengirimkan pesan yang kuat kepada para pelaku kejahatan terhadap media serta legislator dan pemangku kekuasaan untuk membuat undang-undang yang lebih baik dalam menegakkan perlindungan yang lebih kuat," kata Dewan WAN-IFRA dalam keterangan dalam membuat penghargaan.
Pengumuman ini dibuat untuk menyoroti tragedi yang terjadi di kalangan wartawan yang berkorban demi menegakkan hak kebebasan berekspresi. Sejak tahun 1992, tercatat setidaknya ada hampir 1.200 wartawan yang tewas. 16 di antaranya tewas pada tahun 2015 ini, termasuk 8 di antaranya tewas dalam serangan tunggal tanggal 7 Januari lalu di Charlie Hebdo Perancis.
Dari total hampir 1.200 wartawan yang tewas itu, menurut data statistik dari Komite Perlindungan Wartawan, 742 di antaranya dibunuh secara langsung. Sekitar 90 persen kasus tersebut, pelakunya tidak diseret ke pengadilan.
"Dengan penghargaan ini, pers dunia mengirimkan sinyal gemilang perlawanan terhadap orang-orang yang percaya bahwa membungkam wartawan akan membatasi kebebasan berekspresi," lanjut keterangan tersebut.
"Sementara kita menghormati kehidupan dan karya beberapa rekan kami yang paling berani dan telah membuat pengorbanan untuk menjaga agar kita tetap mendapatkan informasi, kami berjanji untuk melanjutkan komitmen mereka untuk memberikan sinar terang ke sudut-sudut tergelap dari dunia untuk mengekspos kesalahan, menentang pelanggaran dari kuat, dan menjamin hak publik untuk tahu," sambung keterangan Dewan WAN-IFRA seperti rilis yang diterima redaksi (Rabu, 4/3).
Perlu diketahui, Golden Pen of Freedom merupakan penghargaan tahunan yang dibuat oleh WAN-IFRA sejak tahun 1961 untuk mengakui tindakan yang luar biasa terkait kebebasan pers, baik secara tertulis ataupun perbuatan, baik secara individu atau kelompok maupun lembaga.
Penghargaan ini akan diberikan secara tradisional pada saat upacara pembukaan World News Media Congress, World Editors Forum, dan World Advertising Forum yang akan digelar di Washington pada tanggal 1-3 Juni mendatang.
Dengan memberikan penghargaan tersebut, WAN-IFRA berharap bisa memobiliasasi masyarakat penerbitan berita internasional untuk menyerukan diakhirinya kekerasan yang menargetkan profesi. Seruan itu ditunjukkan kepada industri untuk terlibat dengan rencana keselamatan jurnalis dan isu impunitas serta mekasnisme keamanan lainnya untuk melindungi newsroom dan kehidupan wartawan yang dilakukan PBB.
Pada waktu yang bersamaan, penghargaan itu juga menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk menunjukkan kemauan politik yang diperlukan untuk mengakhiri impunitas bagi pelaku pembunuhan jurnalis. Bukan hanya itu, penghargaan tersebut juga ditujukkan bagi mereka yang mengakui karya jurnalistik yang independen sebagai alat bantu politik yang positif bagi ekonomi, politik, dan sosial.
[mel]
BERITA TERKAIT: