"Ekstrimis mengambil alih ladang minyak al-Bahi dan al-Mabrouk dan sekarang sedang beregrak menuju ladang minyak al-Dahra menyusul mundurnya pasukan menjaga situs tersebut, karena kurangnya amunisi," kata juru bicara pelayanan keamanan industri minyak Libya, Kolonel Ali al-Hassi pada Selasa (3/3).
Dalam beberapa pekan terakhir diketahui bahwa operasi kedua ladang minyak yang berlokasi dari sekitar 500 kilometer di sebelah timur Tripoli itu dipaksa untuk berhenti karena adanya kekerasan dan situasi yang tidak aman di lokasi tersebut.
Selama serangan serupa di ladang-ladang minyak pada Februari lalu, 11 orang tewas dan sejumlah staf terpaksa mengungsi.
Sebelumnya, Hassi mengatakan bahwa pernah ada serangan oleh pesawat tempur militan di terminal ekspor minyak utama al-Sidra yang berhasil digagalkan.
"Dua pesawat MiG lepas landas dari bandara Sirte dan mencoba untuk membom al-Sidra, tetapi pertahanan anti-pesawat memaksa mereka untuk menjatuhkan bom mereka di padang gurun tanpa menyebabkan korban atau kerusakan," kata Hassi seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: