Warga Mesir itu kabarnya meninggalkan Libya melalui perbatasan Ras Jdir menuju ke pulau Djerba Tunisia. Pemerintah Mesir sendiri akan mengirim pesawat ke Djerba untuk mengangkut warga negara Mesir kembali ke tanah air.
Sebelum mereka tiba di pulau Djerba, warga Mesir itu sempat ditahan oleh sekelompok massa yang protes di perbatasan Tunisia, tepatnya di kota Ben Guerdane. Massa yang protes itu meminta adanya investasi dari pemerintah pusat di kota yang miskin itu. Namun tak lama, 192 warga Mesir itu dibebaskan setelah diberikan makanan.
Hengkangnya 192 warga Mesir dari Libya itu, seperti dimuat
Press TV, dilakukan menyusul tensi politik yang semakin menghangat antara kedua negara terutama pasca eksekusi massal 21 warga Kristen Koptik Mesir oleh kelompok militan ISIS di Tripoli 15 Februari lalu. Mesir yang geram pun kemudian melakukan balasan dengan melancarkan serangan udara ke wilayah Libya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: