Dalam kunjungan resminya ke Amerika Serikat (Jumat, 20/2), Direktur Federal Security Service (FSB) Rusia, Alexander Bortnikov menyebut, jumlah warga Rusia yang ikut bergabung dengan kelompok terorisme di Irak meningkat selama tahun lalu.
Ia mengaku khawatir angka tersebut akan semakin bertambah ke depannya. Ia juga khawatir dengan militan-militan terlatih yang bisa kembali ke negaranya dan melakukan aksi teror.
Seperti dimuat
Press TV, Komite anti teror Rusia sendiri sebelumnya telah memperingatkan bahwa ada setidaknya 10 ribu dumber daya di internet yang menyebarkan ideologi teroris.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: